
Sinopsis
Penuh antusias, gemuk dan ceroboh, Po (Jack Balck)adalah penggemar berat bela diri Kung Fu…meskipun ia bukanlah mahkluk yang cekatan. Mimpi Po menjadi kenyataan saat ia bergabung di dunia Kung Fu dan berlatih diantara idolanya, Si Monyet (Jackie Chan) – dibawah kepemimpinan guru mereka, Master Shifu (Dustin Hoffman). Namun si macan tutul Tai Lung (Ian McShane) yang pendendam dan licik memiliki niat jahat terhadap mereka – dan semua tergantung pada Po untuk melindungi semua dari ancaman yang akan mereka hadapi.
Dapatkah Po mewujudkan mimpinya menjadi seorang ahli Kung Fu? Po memberikan seluruh hatinya – dan pengait celananya – , bertindak layaknya pahlawan untuk menemukan kelemahan utamanya dan menjadi yang terkuat.

Review
Film ‘Kungfu Panda’ merupakan sebuah film animasi yang diperuntukan untuk semua umur. Film ini diproduksi oleh Dreamworks Animation, dibawah garapan sutaradara John Stevenson dan Mark Osborne. Film ini menceritakan Po, seekor panda sebagai anak seorang pengusaha Mie turun temurun yang cukup laris. Meski demikian, Po memiliki cita-cita sendiri yaitu menjadi seorang ahli kungfu. Hingga suatu saat Po secara tak sengaja terpilih sebagai ahli kungfu yang menjadi legenda dengan julukan Pendekar Naga, yang nantinya bakal menghadapi Tai Lung. Seekor macan yang sangat kuat yang dahulunya menjadi murid kesayangan guru Shifu.
Walau tak percaya diri, akhirnya Po mempelajari ilmu yang diberikan guru menjadi bekal menghadapi tai lung. Secara umum film ini relevan dengan genre yang diusungnya. Karena film ini mampu menampilkan animasi-animasi yang penuh dengan kekonyolan sehingga menjadikan film ini bisa dinikmati untuk semua umur terutama anak-anak.
Selain itu, film ini juga memberikan pesan kepada penontonnya agar tetap memiliki impian meski berbagai halangan akan dihadapinya. Dengan keinginan yang keras dan terus bekerja keras, maka impian tersebut pasti akan terwujud.
Dalam film ini juga menggambarkan sebuah ketidak percayaan antara Po dan guru Shifu. Karena itulah, film ini menyisipkan pesan bahwa dengan adanya saling kepercayaan dan percaya diri yang mantab mampu menghalau rintangan yang ada.
Bahkan film ini juga memberikan sebuah pesan yang mendalam ketika misteri dari gulungan pendekar naga itu ternyata kosong. Yang mengartikan bahwa rahasia yang membuat tercapai impian yang tinggi itu bukan dari resep atau pesan pada gulungan kertas. Rahasia tersebut tidak ada yang ada hanyalah siapa diri kita. Artinya sukses tersebut berasal dari diri sendiri.
Film animasi selalu sarat akan kesan dan pesan. Kelebihan dari film animasi adalah bahwa pesan – pesan tersebut disampaikan tidak dengan cara menggurui. Akan tetapi kelebihan tersebut bisa menjadi kekurangan bagi sebagian orang yang tidak menyadari bahwa kisah – kisah di dlmnya penuh pesan – pesan kehidupan dan hanya menganggap itu sebuah cerita lucu untuk anak kecil. Berikut ini
merupakan hikmah2 yang dapat ditarik dari film animasi Kungfu Panda :

KUNG FU PANDA
Po adalah si Panda jantan, yang sehari-hari bekerja di toko mie ayahnya, dia memiliki impian untuk menjadi seorang pendekar Kung Fu. Tak disangka, dalam suatu kompetisi Po dinobatkan sebagai Pendekar Naga yang dinanti-nantikan kehadirannya untuk melindungi desa dari balas dendam Tai Lung. Saat menonton film animasi ini, saya seperti diingatkan tentang beberapa hal:
1.The secret to be special is you have to believe you’re special.
Po hampir putus asa karena tidak mampu memecahkan rahasia Kitab Naga, yang hanya berupa lembaran kosong. Wejangan dari ayahnya-lah yang akhirnya membuatnya kembali bersemangat dan memandang positif dirinya sendiri. Kalau kita berpikir diri kita adalah spesial, unik, berharga kita pun akan punya daya dorong untuk melakukan hal-hal yang spesial. Kita akan bisa, kalau kita berpikir kita bisa. Seperti kata Master Oogway, You just need to believe .
2. Teruslah kejar impianmu.
Po , panda gemuk yang untuk bergerak saja susah akhirnya bisa menguasai ilmu Kung Fu. Berapa banyak dari kita yang akhirnya menyerah, gagal mencapai impian karena terhalang oleh pikiran negatif diri kita sendiri? Seperti kata Master Oogway, kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri, saat ini adalah anugerah, makanya disebut Present (hadiah). Jangan biarkan diri kita dihalangi oleh kegagalan masa lalu dan ketakutan masa depan. Ayo berjuanglah di masa sekarang yang telah dianugerahkan Tuhan padamu.
3.Kamu tidak akan bisa mengembangkan orang lain, sebelum kamu
percaya dengan kemampuan orang itu, dan kemampuan dirimu sendiri.
Master ShiFu ogah-ogahan melatih Po . Ia memandang Po tidak berbakat. Kalaupun Po bisa, mana mungkin ia melatih Po dalam waktu sekejap. Kondisi ini berbalik seratus delapan puluh derajat, setelah ShiFu diyakinkan Master Oogway -gurunya- bahwa Po sungguhsungguh adalah Pendekar Naga dan Shi Fu satu-satunya orang yang mampu melatihnya. Sebagai guru atau orang tua, hal yang paling harus dihindari adalah memberi label bahwa anak ini tidak punya peluang untuk berubah. Sangatlah mudah bagi kita untuk menganggap orang lain tidak punya masa depan. Kesulitan juga acap kali membuat kita kehilangan percaya diri, bahwa kita masih mampu untuk membimbing mereka.
4.Tiap individu belajar dengan cara dan motivasinya sendiri.
Shi Fu akhirnya menemukan bahwa Po baru termotivasi dan bisa mengeluarkan semua kemampuannya, bila terkait dengan makanan. Po
tidak bisa menjalani latihan seperti 5 murid jagoannya yang lain. Demikian juga dengan setiap anak. Kita ingat ada 3 gaya belajar yang
kombinasi ketiganya membuat setiap orang punya gaya belajar yang
unik. Hal yang menjadi motivasi tiap orang juga berbeda-beda. Ketika
kita memaksakan keseragaman proses belajar, dipastikan akan ada
anak-anak yang dirugikan.
5.Kebanggaan berlebihan atas anak/murid/diri sendiri bisa membutakan
mata kita tentang kondisi sebenarnya, bahkan bisa membawa mereka ke arah yang salah. Master ShiFu sangat menyayangi Tai Lung, seekor macan tutul, murid pertamanya, yang ia asuh sejak bayi. Ia membentuk Tai Lung sedemikian rupa agar sesuai dengan harapannya. Memberikan impian bahwa Tai Lung akan menjadi Pendekar Naga yang mewarisi ilmu tertinggi. Sayangnya Shi Fu tidak melihat sisi jahat dari Tai Lung dan harus membayar mahal, bahkan nyaris kehilangan nyawanya. Seringkali kita memiliki image yang keliru tentang diri
sendiri/anak/murid kita. Parahnya, ada pula yang dengan sengaja
mempertebal tembok kebohongan ini dengan hanya mau mendengar
informasi dan konfirmasi dari orang-orang tertentu. Baru-baru ini
saya bertemu seorang ibu yang selama 14 tahun masih sibuk membohongi diri bahwa anaknya tidak autis. Ia lebih senang berkonsultasi dengan orang yang tidak ahli di bidang autistik. Mendeskreditkan pandangan ahli-ahli di bidang autistik. Dengan sengaja memilih terapis yang tidak kompeten, agar bisa disetir sesuai keinginannya. Akibatnya proses terapi 11 tahun tidak membuahkan hasil yang signifikan. Ketika kita punya image yang keliru, kita akan melangkah ke arah yang keliru.
6.Hidup memang penuh kepahitan, tapi jangan biarkan kepahitan
tinggal dalam hatimu. Setelah dikhianati oleh Tai Lung, Shi Fu tidak pernah lagi menunjukkan kebanggaan dan kasih sayang pada murid-muridnya. Sisi terburuk dari kepahitan adalah kita tidak bisa merasakan kasih sayang dan tidak bisa berbagi kasih sayang.
7.Keluarga sangatlah penting. Di saat merasa terpuruk, Po disambut hangat oleh sang ayah. Berkat ayahnya pula Po dapat memecahkan rahasia Kitab Naga dan menjadi Pendekar nomor satu. Sudahkah kita memberi dukungan pada anggota keluarga kita?

Hi, this is a comment.
To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.